PantauSemarang.id - DPD PAN Kota Semarang baru saja melaksanakan Musyawarah Daerah untuk menyegarkan kembali kepemimpinan PAN di Kota Semarang. Dalam Musda itu, muncul empat nama yang menjadi formatur, yaitu Dr. Mohammad Nasih, M.Si., Alfianida Rahmahwati, M.Si., Ir. M. Tatag Anggoro, dan Ummi S Diniyah, S.E.. Merekalah yang diserahi mandate untuk membentuk kepengurusan baru untuk periode 2025-2030.
Nasih adalah seorang ilmuwan politik yang pernah mengajar di Pascasarjana Ilmu Politik UI dan UMJ Jakarta, dan sekaligus juga praktisi pendidirikan dan perkaderan di Monasmuda Institute Semarang. Juga pendiri Pesantren & Sekolah Alam Planet NUFO Rembang. Menjadi aktivis PAN sejak tahun 2005 tidak menghalanginya untuk tetap mengajar. Terbukti, sejak sebelum lulus doktor ilmu politik UI, ia sudah mengajar di beberapa perguruan tinggi dan istiqamah mengajar di lembaga pendidikan dan perkaderan yang ia bangun sendiri. Bahkan juga memberikan ceramah di berbagai forum, baik seminar, acara televisi, maupun pengajian umum.
Fia adalah formatur paling muda. Awalnya, ia diharapkan Nasih untuk memimpin DPD Kota Semarang. Sebab, PAN sesungguhnya membutuhkan pemimpin muda, cerdas, dan bisa bergerak cepat. Namun, karena berbagai pertimbangan dari formatur lain, Nasih harus menerima dirinya ketiban sampur untuk memimpin DPD Kota Semarang.
Sedangkan Tatag dan Umi adalah orang lama di DPD Kota Semarang. Tatag adalah Pj. Ketua DPD PAN Kota Semarang, menggantikan Wachid Nurmiyanto yang ditugaskan untuk menjadi Sekretaris dan kemudian Bendahara DPW PAN Jawa Tengah. Sedangkan Umi adalah sekretarisnya yang dalam kepengurusan baru ini bergeser menjadi bendahara.
Dalam sebuah sambutan di acara bersama pengurus DPD dan DPC PAN Kota Semarang di kantor DPD PAN Kota Semarang, Nasih menegaskan bahwa tujuan berpartai adalah memberikan pertolongan kepada masyarakat. “Fungsi kekuasaan yang paling melekat dalam pikiran saya adalah menolong. Fungsi ini adalah dalam satu ayat al-Qur’an di surat al-Isra’: 80 yang hampir selalu saya baca dalam doa-doa saya setelah shalat. Maka kita semua harus benar-benar meluruskan orientasi untuk mewujudkan fungsi kekuasaan ini, agar kita bisa bermanfaat optimal untuk membangun masyarakat yang lebih baik, lebih sejahtera dan bahagia", tegas suami dokter spesialis anak, dr. Oky Rahma Prihandani, ini.
Karena itu, dia mengajak kepada seluruh pengurus untuk responsif terhadap aspirasi yang muncul dalam masyarakat, lalu melakukan advokasi secara politik secara sungguh-sungguh. Selain itu, yang tak kalah penting adalah membangun kemandirian masyarakat, melalui usaha-usaha konkret yang bisa membuat masyarakat mampu untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan menjalankan aktivitas konkret itu, menurut Nasih, PAN akan menjadi partai yang benar-benar bermanfaat dan dicintai oleh masyarakat. Dengan demikian, masyarakat akan menganggap PAN adalah partai terbaik dan akan bersedia memilih PAN dalam setiap Pemilu tanpa praktik politik uang. *** (AH)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!